badai
July 31, 2009 at 7:51 am | In Uncategorized | 4 CommentsKetika semua bayang menjauh dari tubuh
Dan ketika semua angan enggan menyapa
Terbaring aku, terjebak aku
Di keheningan dalam ketiadaan
Kucoba cahayai ruang jiwa ini
Terus berharap dan terangi
Kucoba sembunyikan suara hati
Terus menampik dan berlari
Kutenggelam dalam kelam
Dan menjauh tanpa bayang
Kucoba menelan luka yang tak kunjung usai
Teriakan namamu
Dikesunyian hatiku
Meraba, merangkul suryamu
Dikehangatan jiwamu
Saat kebenaran tak lagi bermakna
Aku tersandar dan terdiam
Kemana akan kubawa diriku pergi
Semakin jauh, semakin rapuh
Lepaskan diri, jatuh membusuk
Biarkan aku, hilang .. Muak !
soekarno
July 28, 2009 at 4:41 am | In Uncategorized | 2 Commentsaku tahu, aku yakin seandainya aku ada dizamannya, tentu aku juga akan serupa dengan Chairil Anwar. aku memihaknya, meski aku tahu dia tak sempurna, aku kan memberikan pundak dan lenganku sepenuh hati, bersamanya, untuk negri ini.
“ada pantun yang bunyinya berakit rakit kita kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit kita dahulu, bersenang-senang kita kemudian. inii adalah dialektik suatu bangsa yang ingin menjadi bangsa yang besar. kemaren aku baca Ramayana saudara-saudara, Ramayanaa..didalam kitab ramayana itu ada disebutkan satu negri, namanya negri utaraguru, disebutkan didalam kitab ramayana itu bahwa negri utaraguru itu tidak ada panaas yang terlalu, tidak ada dingiiin yang terlalu, gak ada manis yang terlalu, gak ada pahit yang terlalu, segalanya itu tenaaaaang tenang. ora no panas ora no adem, gak ada gelap, tidak ada terang yang cemerlang.. adem tentrem.. didalam kitab ramayana itu sudah dikatakan. hemm.. negri yang begini tidak bisa menjadi negri yang besar, sebab tidak ada UP and DOWN.. UP and DOWN.. perjuangan tidak ada.. semuanya itu adem tentrem, seneng seneng.. tidak terlalu seneng tidak terlalu sedih.. sudahlah..sudahlaah utaraguru. apakah kau ingin menjadi bangsa yang demikian saudara-saudara? TIDAK. kita tidak ingin menjadi suatu bangsa yang demikian, kita ingin menjadi bangsa yang setiap hari digembleeng oleh keadaan, digembleng.. hampir hancur lebur, BANGUN kembali..digembleng.. hampir hancur lebur, BANGUN kembali. hanya dengan jalan begitulah kita bisa menjadi bangsa yang benar-benar bangsa otot kawat tulang besi..“
-pidato Soekarno, pada perayaan maulid nabi tahun 1963-
dia pribadi besar. dia guru. dia pemimpin. dia salah satu manusia terbaik yang pernah dimiliki negri ini.
oi oi
July 16, 2009 at 1:45 am | In Uncategorized | 3 CommentsSeorang sahabat mengatakan bahwa, ‘tidak ada sebenarnya istilah selesai baik-baik, karena kondisi baik-baik tidak akan membuat hubungan kalian menjadi selesai’. Mungkin ada benarnya juga, setelah pesan singkatmu yang aku terima semalam, aku sebenarnya juga merasakan hal yang sama. Badai itu datang justru ketika kondisi baik-baik saja, kita bertukar kabar, bertukar pesan dan saling mengetahui kondisi masing-masing. Bahkan akan sering ada kalimat ‘seharusnya aku ada disitu sewaktu kau melakukan ini itu..’, atau ‘seharusnya aku adalah orang yang pertama tahu ceritamu..’ atau kalimat lain yang sejenis. Dan sepertinya itu semakin memberatkanmu memberatkanku. Baiknya begini saja –sama seperti permintaanmu-, kita benar-benar tidak usah bertukar kabar, pesan atau apapun. Semua itu cukup datang saat Tuhan benar-benar menginginkannya, maksudku dengan artian bahwa kita tidak membuat-buat kesempatan itu untuk ada. Biarkan apa adanya saja.
Saya pasti merindukan masa-masa itu, saya pasti berterima kasih untuk semua proses pendewasaan diri yang telah kita jalani. Saya pasti bersyukur mengingat saya pernah mencintai seseorang dan dicintai dengan begitu dalam, indah. Bahwa saya sadar hubungan ini tidak akan berlangsung selamanya tidak membuat saya menyesal melakukan semuanya. Adalah untuk mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi, adalah melihat bahwa kata ‘putus’ tidak membutuhkan alasan apapun (karena alasan apapun tidak akan memuaskan siapapun). Adalah belajar menghilangkan rasa posesif, untuk tidak egois dan sejenak melupakan harga diri. Adalah untuk belajar menjadi lebih dewasa.
Dan apabila suatu saat kau menanyakan kabar hatiku, kau akan selalu mendapati jawaban
“my heart goes fine, and I’m sure you too..
”
pemilu ke 2
July 9, 2009 at 2:09 am | In Uncategorized | Leave a CommentMelihat proses pemilihan langsung kali ini, aku senang. Bukan sekedar karena pihak yang diprediksikan menang adalah pilihanku, tetapi karena melihat ekspresi bangsaku hari ini; sangat optimis;setengah penuh. Aku semakin percaya bahwa keruwetan memang lebih banyak adalah ulah para elit, sedangkan pada tataran masyarakat paling bawah mereka tetap tersenyum, tertawa dan sumringah, entah siapapun yang menang, apakah itu jagoan mereka atau bukan.
Aku bertanya pada ayah dan ibu,
“siapa yang ayah ibu contreng?”
Dan tidak lama kemudian pun mereka membalas singkat,
“seperti pilihanmu saja, no 2”.
Aku tersenyum, sembari menyadari bahwa aku tidak berpartisipasi pada pemilu kali ini, namun semoga pilihanku tidak benar-benar butuh satu untuk menang. Kalaupun terjadi, tentu aku akan menjadi orang yang paling menyesal 5 tahun kedepan.
Tetap tersenyum indonesiaku, beri aku ruang beri aku arti, dan akan kubalas dengan semua yang aku punya.
Selamat bertugas Pak SBY dan Budiono, lewat kalian aku berdoa untuk Indonesia. Tanah air kan jaya selalu.
kapten roro
July 9, 2009 at 2:08 am | In Uncategorized | 2 CommentsAku memiliki sahabat baru dikamarku, seekor kecoak dan secara sepihak aku memberinya nama; kapten roro, entah dia setuju atau tidak, tidak apa-apa. Kami seringkali bertemu, berpapasan dan seringkali dia tampak begitu terkejut, langsung kabur jumpalitan tanpa arah. Seringkali juga aku memergokinya sedang dikamar mandi, entah lagi ngapain, mungkin buang air besar, mungkin buang air kecil, mungkin mandi, entahlah. Tidak masalah selama dia buang air ataupun mandi dikamar mandi, aku tidak keberatan.
Terkadang aku berfikir bahwa kapten roro sangat beruntung bertemu denganku, seandainya dia ada di kamar haekal, tentu dia akan bernasib sama dengan para saudaranya yang lain; dibunuh secara sadis didepan mataku. Dipukul secara brutal hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir. Huftt.. memang tidak punya prikecoakan itu orang.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.