oi oi
July 16, 2009 at 1:45 am | In Uncategorized | 3 CommentsSeorang sahabat mengatakan bahwa, ‘tidak ada sebenarnya istilah selesai baik-baik, karena kondisi baik-baik tidak akan membuat hubungan kalian menjadi selesai’. Mungkin ada benarnya juga, setelah pesan singkatmu yang aku terima semalam, aku sebenarnya juga merasakan hal yang sama. Badai itu datang justru ketika kondisi baik-baik saja, kita bertukar kabar, bertukar pesan dan saling mengetahui kondisi masing-masing. Bahkan akan sering ada kalimat ‘seharusnya aku ada disitu sewaktu kau melakukan ini itu..’, atau ‘seharusnya aku adalah orang yang pertama tahu ceritamu..’ atau kalimat lain yang sejenis. Dan sepertinya itu semakin memberatkanmu memberatkanku. Baiknya begini saja –sama seperti permintaanmu-, kita benar-benar tidak usah bertukar kabar, pesan atau apapun. Semua itu cukup datang saat Tuhan benar-benar menginginkannya, maksudku dengan artian bahwa kita tidak membuat-buat kesempatan itu untuk ada. Biarkan apa adanya saja.
Saya pasti merindukan masa-masa itu, saya pasti berterima kasih untuk semua proses pendewasaan diri yang telah kita jalani. Saya pasti bersyukur mengingat saya pernah mencintai seseorang dan dicintai dengan begitu dalam, indah. Bahwa saya sadar hubungan ini tidak akan berlangsung selamanya tidak membuat saya menyesal melakukan semuanya. Adalah untuk mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi, adalah melihat bahwa kata ‘putus’ tidak membutuhkan alasan apapun (karena alasan apapun tidak akan memuaskan siapapun). Adalah belajar menghilangkan rasa posesif, untuk tidak egois dan sejenak melupakan harga diri. Adalah untuk belajar menjadi lebih dewasa.
Dan apabila suatu saat kau menanyakan kabar hatiku, kau akan selalu mendapati jawaban
“my heart goes fine, and I’m sure you too.. :D ”
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.