soekarno
July 28, 2009 at 4:41 am | In Uncategorized | 2 Commentsaku tahu, aku yakin seandainya aku ada dizamannya, tentu aku juga akan serupa dengan Chairil Anwar. aku memihaknya, meski aku tahu dia tak sempurna, aku kan memberikan pundak dan lenganku sepenuh hati, bersamanya, untuk negri ini.
“ada pantun yang bunyinya berakit rakit kita kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit kita dahulu, bersenang-senang kita kemudian. inii adalah dialektik suatu bangsa yang ingin menjadi bangsa yang besar. kemaren aku baca Ramayana saudara-saudara, Ramayanaa..didalam kitab ramayana itu ada disebutkan satu negri, namanya negri utaraguru, disebutkan didalam kitab ramayana itu bahwa negri utaraguru itu tidak ada panaas yang terlalu, tidak ada dingiiin yang terlalu, gak ada manis yang terlalu, gak ada pahit yang terlalu, segalanya itu tenaaaaang tenang. ora no panas ora no adem, gak ada gelap, tidak ada terang yang cemerlang.. adem tentrem.. didalam kitab ramayana itu sudah dikatakan. hemm.. negri yang begini tidak bisa menjadi negri yang besar, sebab tidak ada UP and DOWN.. UP and DOWN.. perjuangan tidak ada.. semuanya itu adem tentrem, seneng seneng.. tidak terlalu seneng tidak terlalu sedih.. sudahlah..sudahlaah utaraguru. apakah kau ingin menjadi bangsa yang demikian saudara-saudara? TIDAK. kita tidak ingin menjadi suatu bangsa yang demikian, kita ingin menjadi bangsa yang setiap hari digembleeng oleh keadaan, digembleng.. hampir hancur lebur, BANGUN kembali..digembleng.. hampir hancur lebur, BANGUN kembali. hanya dengan jalan begitulah kita bisa menjadi bangsa yang benar-benar bangsa otot kawat tulang besi..“
-pidato Soekarno, pada perayaan maulid nabi tahun 1963-
dia pribadi besar. dia guru. dia pemimpin. dia salah satu manusia terbaik yang pernah dimiliki negri ini.
2 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
Comment by si koboi kampus — July 30, 2009 #
:)
Comment by ketuakelas — July 31, 2009 #