Posted on January 26, 2012

Titik (1)

Kepada kamu Pada satu titik di masa depan, aku akan mempercayakan sepenuhnya agendaku kepadamu, manisku. Di titik itu, aku adalah pesakitan, dan kamu adalah dokter yang sabar. Aku yang menjalani hari terlalu banyak jauh dari rumah, adalah aku yang butuh terapi untuk lebih banyak kembali kepada rumah. Disana ada kamu, sebagian besar mimpiku, dan nasib … Continue reading »